Nama: Wa Ode Fitrah Deswanti
Nim: C1D323040 (A)
Setiap hari, linimasa media sosial dibanjiri video, unggahan, dan isu yang datang silih berganti. Hari ini publik ramai membicarakan seorang pedagang kecil yang viral karena kejujurannya, besok perhatian bergeser ke selebritas yang tersandung skandal. Dunia digital bergerak begitu cepat, seakan empati pun kini punya masa berlaku.
Fenomena ini menunjukkan sisi paradoks dari kemajuan media. Di satu sisi, platform digital memberi ruang bagi siapa pun untuk bersuara dan mendapat dukungan publik. Namun di sisi lain, atensi yang datang dari dunia maya sering kali dangkal—lebih banyak didorong rasa penasaran daripada kepedulian yang tulus.
Jurnalisme di era digital ditantang untuk tidak hanya mengejar klik dan view, tapi juga menumbuhkan kedalaman makna di balik berita. Di tengah arus konten instan, tugas jurnalis menjadi semacam pengingat: bahwa di balik setiap trending topic, ada manusia nyata dengan cerita dan perasaan yang tak selesai dalam satu hari.
Viral mungkin membuat seseorang terkenal, tetapi kepedulian sejati lah yang membuat perubahan bertahan. Dunia digital perlu lebih banyak ruang bagi refleksi, bukan sekadar sensasi.
0 Komentar