Pedagang Pasar Baru Kendari Bertahan di Tengah Sepinya Pasar Kendari – Irman Namli, pedagang asal Raha berusia 27 tahun, telah berjualan di Pasar Baru Kendari selama kurang lebih dua tahun. Meski kondisi pasar saat ini sepi dan kurang diminati pembeli, Irman tetap bertahan karena tidak memiliki tempat lain untuk berjualan. Menurut Irman, pasar yang terlihat tertutup dan kurang dikenal masyarakat menjadi tantangan terbesar dalam menjalankan usahanya. “Orang tidak tahu kalau di dalam ada yang berjualan karena pasar terlihat sangat sepi,” ujarnya. Untuk mengatasi sepinya pembeli, Irman mengelola usahanya dengan memanfaatkan sistem online melalui Facebook Kendari jual beli agar tetap bisa menjangkau konsumen. Namun, kondisi pasar yang sepi tentu berpengaruh pada pendapatannya. Ia mengungkapkan, “Kalau pasar ramai, pendapatan saya bisa mencapai 20 juta rupiah per bulan, tapi kalau sepi otomatis pembeli kurang.” Irman juga menilai bahwa kondisi pasar saat ini cenderung menurun dan berharap pemerintah dapat memperbaiki fasilitas pasar, terutama pintu-pintu yang banyak rusak. Ia menambahkan, “Harapannya pemerintah bisa memperbaiki pasar karena pintu pasar banyak yang rusak.” Mengenai dukungan dari pengelola pasar dan pemerintah, Irman merasa perhatian masih kurang karena tidak ada kunjungan atau pengawasan yang rutin. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan fasilitas pasar agar pedagang dan pembeli merasa nyaman. Dengan memanfaatkan promosi online, Irman tetap berusaha menarik pembeli ke lapaknya meskipun tantangan cukup besar. Ia juga menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih serius dalam memperbaiki dan mengelola Pasar Baru Kendari ke depannya.
0 Komentar